|
 |

| |
|
Gold is a chemical element with the symbol Au (from its Latin name aurum) and atomic number 79. It is a highly sought-after precious metal which, for many centuries, has been used as money, a store of value and in jewelry. The metal occurs as nuggets or grains in rocks, underground "veins" and in alluvial deposits. It is one of the coinage metals. Gold is dense, soft, shiny and the most malleable and ductile of the known metals. Pure gold has a bright yellow color traditionally considered attractive.
Gold formed the basis for the gold standard used before the collapse of the Bretton Woods system. The ISO currency code of gold bullion is XAU.
Modern industrial uses include dentistry and electronics, where gold has traditionally found use because of its good resistance to oxidative corrosion.
Chemically, gold is a transition metal and can form trivalent and univalent cations upon solvation. Gold does not react with most chemicals, but is attacked by chlorine, fluorine, aqua regia and cyanide. Gold dissolves in mercury, forming amalgam alloys, but does not react with it. Gold is insoluble in nitric acid, which will dissolve silver and base metals, and this is the basis of the gold refining technique known as "inquartation and parting". Nitric acid has long been used to confirm the presence of gold in items, and this is the origin of the colloquial term "acid test," referring to a gold standard test for genuine value.
________________________________________________________________________________ |
EMAS SEMAKIN BERKILAU
Sebuah analisis yang dirilis tahun 2003 menyebutkan, pada 10-12 tahun mendatang harga emas akan mencapai 8.000 dollar AS per troy ounce. Harga itu diperkirakan akan terjadi pada 2013-2015 sehingga bila pada 2007 seseorang menginvestasikan Rp 200 juta untuk emas, maka pada 2013-2015 kelak ia akan memiliki emas senilai Rp 2,2 miliar. Dengan kata lain ia meraup untung dari kenaikan harga yang mencapai 1.112 persen.
Jika hal itu terjadi, maka tidak ada instrumen investasi yang bisa mengalahkan keperkasaan emas, bahkan deposito, saham, maupun ORI sekalipun. Konsultan manajemen sekaligus motivator ternama, Tung Desem Waringin, sejak dulu hingga kini selalu berpendapat bahwa emas merupakan investasi teraman dan paling menguntungkan. “Sejak 2002 saya sudah bilang emas itu investasi paling menguntungkan,” katanya.
Pengusaha sukses itu bahkan “mencabut” investasinya di sektor infrastruktur untuk dialihkan ke emas. Ia bersikukuh bahwa tindakan yang dilakukannya benar meskipun banyak orang memilih sektor infrastruktur sebagai instrumen investasi utama. Hal itu karena tren emas sejak zaman dahulu hingga detik ini selalu mengalami kenaikan harga. Namun, untuk kondisi pasar saat ini, ia masih menyarankan calon investor untuk wait and see. “Saat ini pasar masih bergejolak, jadi lebih baik wait and see sebelum memutuskan untuk terjun ke emas,” katanya.
Tercatat kenaikan harga emas paling fantastis terjadi pada 2001 di mana pada saat yang sama mata uang kertas justru mengalami penurunan nilai. Proses kenaikan harga emas itu akan semakin dipercepat oleh laju inflasi dan abusing dollar AS saat ini. Itu karena emas tidak mempunyai efek inflasi atau zero inflation effect.
Memang logam mulia bernama emas sepertinya tidak akan pernah lekang dimakan zaman. Kemuliaan dan kemilaunya tetap saja memukau, termasuk bagi dunia investasi. Emas merupakan komoditas yang unik yang jumlahnya terbatas di dunia serta merupakan satu-satunya barang yang dapat ditambang di atas permukaan bumi. Emas juga merupakan alternatif uang kertas dengan daya beli yang abadi dan nilainya cenderung dipatok oleh pasar.
Kagak ada matinya
Pilihan investasi emas saat ini tetap dinilai paling menguntungkan dibandingkan opsi yang lain mengingat sifatnya yang “kebal” inflasi. “Investasi emas ibaratnya kagak ada matinya, alias selalu menguntungkan,” kata pengamat ekonomi, A Tony Prasetiantono.
Menurutnya, , berinvestasi emas sama sifatnya dengan menginvestasikan dana untuk membeli tanah dan properti di kota-kota tertentu di Indonesia, seperti Bali dan Yogyakarta, yang harganya terus-menerus naik. Emas juga sangat baik untuk diversifikasi investasi setelah memiliki investasi di saham, obligasi, reksadana, ataupun properti. Terlebih di beberapa negara penghasil emas belakangan ini mengalami penurunan produksi secara signifikan sehingga harga emas dipastikan akan selalu naik.
“Namun, investasi emas juga ada beberapa kelemahannya,” kata Tony. Menurut dia, calon investor juga harus mempertimbangkan banyak hal untuk mulai menginvestasikan dananya dalam bentuk emas karena relatif tidak praktis atau sulit disimpan, berisiko hilang, dicuri atau dirampok, dan lain-lain. Selain itu, bila penyimpanan kurang baik memungkinkan terjadinya oksidasi dan perubahan warna. Khusus emas berbentuk koin kalau terjatuh sulit untuk di-treatment ulang dan bisa mengurangi harga.
Kekurangan lain, return-nya relatif stabil dan kalah menggairahkan bila dibandingkan saham atau properti. Investasi emas juga sangat tidak disarankan untuk jangka pendek karena sifatnya sebagai pelindung nilai (hedging). “Oleh karena itu, emas biasanya menjadi salah satu pilihan portofolio yang favorable,” katanya.
Pengamat investasi, Roy Sembel, dalam salah satu tulisannya mengatakan, permintaan emas akan melonjak bila terjadi dua hal, yaitu kondisi negara tidak menentu dan terjadi inflasi. “Jika kedua hal itu terjadi, maka ketertarikan investor terhadap emas akan naik karena emas dinilai paling aman untuk investasi,” katanya.
Senada dikatakan pakar investasi Safir Senduk, yang berpendapat bahwa bila terjadi inflasi tinggi, maka harga emas akan naik lebih tinggi daripada inflasi yang terjadi. Statistik menunjukkan, bila inflasi naik 10 persen, maka harga emas akan naik 13 persen. Jika inflasi naik 20 persen, emas akan naik menjadi 30 persen. Namun, bila inflasi 100 persen, maka emas akan melonjak 200 persen. Patut dipertimbangkan pula harga emas akan cenderung konstan bila laju inflasi rendah bahkan ada kecenderungan menurun bila laju inflasi di bawah dua digit.
Diversifikasi emas
Tony Prasetiantono mengatakan, saat ini orang tidak harus menyimpan emas dalam bentuk fisik saat berinvestasi ,tetapi juga bisa menyimpannya dalam bentuk lain yang kini semakin bervariasi. Di antaranya dalam valas, saham, obligasi, dan lain-lain. “Investasi emas saat ini telah mengalami diversifikasi yang lebih luas,” katanya.
Bentuk emas paling umum adalah batangan menyerupai batu bara berkadar 95 persen atau 99 persen (24 karat). Jenis ini dinilai paling menguntungkan untuk investasi karena kapan pun dan di manapun dijual, harganya mengikuti standar internasional. Bentuk lain adalah koin yang ada baiknya saat membelinya pilih produk dari produsen ternama seperti Maples, Krands, atau Eagles.
Ada juga emas yang berbentuk perhiasan. Bentuk ini sebenarnya kurang menguntungkan untuk investasi karena investor harus menanggung harga pembuatan dan sifatnya subyektif sesuai selera. Koin emas ONH juga merupakan bentuk lain investasi emas. Hanya saja bentuk emas ini sifatnya lokal dan kurang mendapat perhatian dunia. Ada pula yang menawarkan tabungan berbentuk emas untuk keperluan investasi jangka panjang, misalnya Bank Syariah Mandiri dan HSBC Syariah.
Untuk membeli dan menjual emas bisa dilakukan di toko emas atau Perum Pegadaian. Sementara itu, untuk tren dan perkembangan harga emas dunia terkini dapat dilihat di situs Kitco, Gold Price, atau UBC Gold.
Sangat disarankan, investor membeli emas di PT Antam unit Pengelolaan dan Pemurnian Logam, Jalan Pemuda, Pulogadung, Jakarta Timur. Dan lebih disarankan lagi untuk selalu meneliti sertifikat berupa kertas kecil berhologram dan kuitansinya. Setelah itu cocokkan dengan fisik emas yang dibeli. Umumnya tercantum kode 9999 atau 24 karat, nomor seri, dan berat logam dengan cetakan tenggelam dan logo pembuatnya.
Penyimpanan emas bila jumlahnya tidak banyak cukup ditempatkan di rumah. Namun, bila jumlahnya banyak dan untuk pertimbangan keamanan, investor dapat menyewa safe deposit box yang ada di setiap bank.
Di balik kemilau investasi emas yang menggiurkan, ada sebagian yang justru berpendapat bahwa emas bukan instrumen yang tepat untuk investasi. Emas cenderung merupakan alat spekulasi karena tidak menghasilkan revenue stream. Nilai emas hanya semata-mata tergantung pada persepsi yang mudah sekali berubah. Di luar itu emas adalah logam yang nyaris tidak berfaedah secara langsung.
Sumber : Antara
Berita :
Gaya Hidup
Sifat di Balik Aksesori yang Disukai
Benda-Benda mungil apalagi aksesori pasti memiliki penggemar cukup Panatik. Bahkan ada yang sampai-sampai tak mau ke luar rumah tanpa pakai cincin. Kegamaran akan sesuatiu jenis aksesori bisa dimanfaatkan untuk mengenal lebih jauh sifat penyukanya. Coba saja simak, apa yang ada dibalik benda favorit Anda? |
 |
Giwang
Mereka yang menggemari aksesori giwang, biasanya selalu menjaga imej dan punya atensi pada trend yang tengah berkembang. manja dan memiliki selera tinggi. ramah dan suka berteman tak tahan kesepian.
Dalam urutan cinta, gampang berganti pacar karena ia tipe pembosan. Tetapi kalo telah bertemu dengan yang pas, seluruh hidupnya akan dikorbankan demi pasangannya.
|
 |
Jam Tangan
Penyuka Jam tangan biasanya seorang ambisius, memiliki obsesi hidup mewah, dan mapan. Menyukai hal-hal praktis dan tidak bertele-tele. Biasanya menempa diri dengan disiplin dan mengharapkan hal sama dari lingkungannya.
|
Menyukai hidup hemat, namun sebaliknya kalau ada hal yang menguntungkan dikemudian hari, rela mengeluarkan dana berlebihan. Agak kurang sabaran. Cepat dalam mengambil keputusan namun kadang menyesalinya dikemudian hari.
Dalam urusan asmara, selalu menuntut hal pasti. Kalau merasa ragu, lebih baik putus duluan daripada dibelakang hari berantakan. type setia dan mandiri.
|
 |
Gelang
Penggemar gelang biasanya seorang yang senang akan kerapian, detail dalam kerja dang ingin selalu menyelesaikan semua tugas yang dilimpahkan dengan tangannya sendiri. Agak kurang percaya pada orang lain dikarenakan tanggung jawabnya besar. |
Penyuka gelang sangat mendambakan keharmonisan dalam bercinta. ia agak sulit menemukan seorang yang benar-benar pas di hati, karenanyasering berganti pacar. tapi begitu menemukan pacar yang cocok, tak akan berpaling pada yang lain. |
 |
Cincin
Penyuka cincin biasanya memiliki hati lembut, mau berkorbanuntuk orang lain, Perasaannya terkait pada keluarga dan orang-orang yang disayangi. Memiliki rasa setia kawan tinggi. Berhati hangat dan selalu ingin membantu kerepotan orang lain.
Dalam Masalah asmara ia menuntut seseorang yang punya komitmen kuat pada cinta, romantis, dan menginginkan sekali saja menikah dalam hidupnya.
|
 |
Kalung
Mereke yang menggemari kalung dan bahkan nggak bisa keluar rumah tanpa kalung biasanya baik hati, memiliki cita-cita tinggi dan mau bekerja keras untuk mengejar karier atau kesuksesan. Agak sulit menyimpan rahasia. Trkadang sebang membanggakan diri. |
| Dalam mengambil keputusan agak lamban karena mempertimbangkan dari segala sisi. Namun begitu telah final maka tidak ada sesuatupun yang bisa mengubahnya kembali. untuk urusan cinta sosok ini mendambakan pasangan yang romantis, rasa cemburunya besar. Dan ingin selalu menjadi tumpuhan perhatian pasangannya. |
 |
Bross
Pecinta bross umumnya seorang yang gampang beradaptasi. Selalu menggunakan kenyamanan meski hal itu dilaluinya dengan jerih payah. tak mudah mengeluh dan selalu menikmati liku-liku hidup apa adanya. Ceria dan bukan type pendendam. dalam bercinta sosok ini mendambakan pasangan humoris dan senang berpetualang seperti dirinya. |
Bisa memberi kebebasan dan bisa dipercaya. Ia sendiri tipe setia dan penuh pengertian. (Sumber Majalah Kartika edisi 48 ) |
***** |
 |
| |
Mau Beli Emas Batangan Produk Antam silahkan Klik di sini
|
|
|
|